Thursday, September 1, 2011
Karyawan tetaplah karyawan
Tinggal di negara yang terdiri dari penduduknya yang beraneka bangsa memang tidak mudah. secara jujur aku bisa lihat bahwa masyarakat di sini sudah di bagi dalam kelas-kelas tertentu. kelas Eropa, Arab, Lokal, dan Asia.
Sebagai warga yang berasal dari Asia dan bekerja sebagai "pembantu" adalah posisi yang sangat tidak menyenangkan. sayangnya "keras kepala" dan "masa bodoh" attitude tidak membuatku merasa tersisih.
aku membuka diri untuk mengenal orang dari berbagai negara dan kelas sosial. semua aku anggap sejajar. aku tidak merasa risih atau kurang pede saat bersama para eksekutif atau aku juga tidak merasa "lebih baik" ketika bersama para pekerja rumah tangga misalnya.
suatu hari aku berkenalan dengan seorang berkebangsaan Russia; muda, cantik, dan punya karir yang bagus di sebuah perusahaan besar. mulailah percakapan seperti ini
sebutlah namanya kristina.
Pitri : "Hi Kristina, How are you? is your company still hiring? "
Kristina : "We are a big company with 60 people in HR. we always hire new talents depends on their skill. Who is looking for job?"
Pitri : "Me. what's your company website?"
Kristina : " What's your qualification? "
Pitri : "my qualification is teacher. but I have worked in many variety of Job"
can I send CV through you?"
Kristina : I'm not HR pitri.
Pitri : I know, but you can forward to HR.
Kristina : "I dont recommend people I don't know "
Pitri : "No need to recommend. just give me the website"
Kristina salah satu contoh karyawan yang sangat bangga dengan pekerjaannya. tapi tidak pernah mau memberikan kesempatan untuk melihat CV ku. ada banyak Kristina lain dengan rasa bangga itu.
buatku, Kristina hanyalah karyawan. Karyawan betapapun bergaji tinggi tetaplah karyawan buatku. Jadilah karyawan yang bermental pemilik. Belajarlah dan layanilah sekitar. Toh, Kristina akan tua. Aku tidak tahu apa kristina akan tetap bekerja di perusahaan itu seumur hidupnya. dan aku juga tidak tahu apakah perusahaan itu tetap sebesar sekarang hingga dia tua. hmm..siapa peduli??
Mendapatkan Pekerjaan Impian
Aku punya 2 orang teman baru di apartemen. mereka berasal dari Tunisia. cantik, muda dan pandai 3 bahasa. lulusan pasca sarjana. yang satu dari keguruan bahasa Inggris dan yang lainnnya komputer sains. mereka bekerja di sebuah showroom sebagai sales.
setiap hari mengeluh. menyesalkan pekerjaan mereka. mereka akui managemennya oke. managernya professional dan baik. so, apa lagi?
satu lagi temanku yang lain. seorang perempuan berasal dari bekas wilayah di rusia yang terpecah, kyrgistan. muda, lumayan manis, senang baca buku, lulusan universitas unggulan di negaranya melalui bea siswa. baru 3 bulan di Dubai. Juga mengeluh. yang ini lain lagi. setiap hal di keluhkan. SETIAP HAL. SETIAP SAAT. MULAI DARI TIDUR SAMPAI TIDUR LAGI. BAHKAN DIA SEDANG TIDURPUN BANGUN HANYA UNTUK MENGELUH. saat ini dia bekerja sebagai sales di butik berkelas. dia MALU dengan pekerjaannya karena dia merasa terlalu cerdas untuk bekerja sebagai sales. sementara teman-teman kampusnya berkeliling dunia dengan berbagai karir akademisnya.
setiap mendengar keluhan-keluhan itu. panas juga kupingku. yang mau kerja di sales siapa? yang ngelamar pekerjaan itu siapa? kenapa diterima? yang mau ke Dubai siapa?
aku jadi curiga mereka oke secara akademik apa mereka mengerti tujuan dari apa yang mereka kerjakan saat ini.
rangkaian keluhan ini di antara ribuan yang aku dengar sendiri dan juga dengar dari teman lewat teman lewat teman lagi dan seterusnya. dengan berbagai macam bentuknya.
lalu apa pekerjaan impianku? apapun itu, ketika aku memutuskan untuk menjalani pekerjaan itu, aku akan ikhlas melalui prosesnya. kualitas kita bukan ditentukan dari apa pekerjaan kita saat ini melainkan tahapan proses seperti apa yang sudah kita taklukkan untuk mewujudkan mimpi kita ke depannya.
Tentukan tujuan dari setiap langkah yang kita pilih. rencanakan segala sesuatunya sedetail mungkin. berproseslah untuk menyelesaikan rencana-rencana itu. matangkan dulu sebelum bergegas berpindah tempat. kalau sudah saatnya pindah, ya jangan diam di tempat.
setiap hari mengeluh. menyesalkan pekerjaan mereka. mereka akui managemennya oke. managernya professional dan baik. so, apa lagi?
satu lagi temanku yang lain. seorang perempuan berasal dari bekas wilayah di rusia yang terpecah, kyrgistan. muda, lumayan manis, senang baca buku, lulusan universitas unggulan di negaranya melalui bea siswa. baru 3 bulan di Dubai. Juga mengeluh. yang ini lain lagi. setiap hal di keluhkan. SETIAP HAL. SETIAP SAAT. MULAI DARI TIDUR SAMPAI TIDUR LAGI. BAHKAN DIA SEDANG TIDURPUN BANGUN HANYA UNTUK MENGELUH. saat ini dia bekerja sebagai sales di butik berkelas. dia MALU dengan pekerjaannya karena dia merasa terlalu cerdas untuk bekerja sebagai sales. sementara teman-teman kampusnya berkeliling dunia dengan berbagai karir akademisnya.
setiap mendengar keluhan-keluhan itu. panas juga kupingku. yang mau kerja di sales siapa? yang ngelamar pekerjaan itu siapa? kenapa diterima? yang mau ke Dubai siapa?
aku jadi curiga mereka oke secara akademik apa mereka mengerti tujuan dari apa yang mereka kerjakan saat ini.
rangkaian keluhan ini di antara ribuan yang aku dengar sendiri dan juga dengar dari teman lewat teman lewat teman lagi dan seterusnya. dengan berbagai macam bentuknya.
lalu apa pekerjaan impianku? apapun itu, ketika aku memutuskan untuk menjalani pekerjaan itu, aku akan ikhlas melalui prosesnya. kualitas kita bukan ditentukan dari apa pekerjaan kita saat ini melainkan tahapan proses seperti apa yang sudah kita taklukkan untuk mewujudkan mimpi kita ke depannya.
Tentukan tujuan dari setiap langkah yang kita pilih. rencanakan segala sesuatunya sedetail mungkin. berproseslah untuk menyelesaikan rencana-rencana itu. matangkan dulu sebelum bergegas berpindah tempat. kalau sudah saatnya pindah, ya jangan diam di tempat.
3 hal sederhana yang bisa membuatku bahagia
Coba tanyakan pada diri sendiri mengapa jarang merasa bahagia.
apa itu bahagia, buatku bahagia adalah sebuah perasaan senang. sesederhana itu.
ada 3 hal yang sangat sering membuatku senang atau bahagia.
1. Saat bisa menyelesaikan tugas atau tanggung jawab hingga tuntas.
ketika kita memulai sesuatu, seringkali kita
tergoda untuk meninggalkannya bahkan sebelum sesuatu itu tuntas diselesaikan. dan kita tergoda untuk beralih fokus. terlalu sering beralih fokus hanya mengulur waktu untuk memperbanyak tugas yang tidak akan pernah tuntas.
2. Saat bisa membantu orang. Bantuan bisa bermacam-macam sifatnya. tidak selalu materil tapi juga moril. ada satu tantangan yang selalu kusukai yaitu bagaimana bisa membantu orang untuk memahami sesuatu yang rumit dengan penjelasan yang sangat sederhana. Bantulah, berilah. Jangan berpamrih.
3. Saat bisa melunasi utang. buatku lebih baik mempunyai sedikit uang tapi tidak punya utang. dari pada terlihat banyak uang tapi juga banyak utang. yang paling baik adalah banyak uang dan tidak punya utang :)
Sekarang, apapun kita saat ini kalau kita tidak bahagia. so, apa nilainya hidup yang kita jalani.
Ayo..kita semangat mentutaskan apa yang kita mulai, bantu dan berilah orang tanpa pamrih, dan lunasi utangmu!! bisa kan??
Subscribe to:
Comments (Atom)