Thursday, September 1, 2011

Mendapatkan Pekerjaan Impian

Aku punya 2 orang teman baru di apartemen. mereka berasal dari Tunisia. cantik, muda dan pandai 3 bahasa. lulusan pasca sarjana. yang satu dari keguruan bahasa Inggris dan yang lainnnya komputer sains. mereka bekerja di sebuah showroom sebagai sales.

setiap hari mengeluh. menyesalkan pekerjaan mereka. mereka akui managemennya oke. managernya professional dan baik. so, apa lagi?

satu lagi temanku yang lain. seorang perempuan berasal dari bekas wilayah di rusia yang terpecah, kyrgistan. muda, lumayan manis, senang baca buku, lulusan universitas unggulan di negaranya melalui bea siswa. baru 3 bulan di Dubai. Juga mengeluh. yang ini lain lagi. setiap hal di keluhkan. SETIAP HAL. SETIAP SAAT. MULAI DARI TIDUR SAMPAI TIDUR LAGI. BAHKAN DIA SEDANG TIDURPUN BANGUN HANYA UNTUK MENGELUH. saat ini dia bekerja sebagai sales di butik berkelas. dia MALU dengan pekerjaannya karena dia merasa terlalu cerdas untuk bekerja sebagai sales. sementara teman-teman kampusnya berkeliling dunia dengan berbagai karir akademisnya.

setiap mendengar keluhan-keluhan itu. panas juga kupingku. yang mau kerja di sales siapa? yang ngelamar pekerjaan itu siapa? kenapa diterima? yang mau ke Dubai siapa?
aku jadi curiga mereka oke secara akademik apa mereka mengerti tujuan dari apa yang mereka kerjakan saat ini.

rangkaian keluhan ini di antara ribuan yang aku dengar sendiri dan juga dengar dari teman lewat teman lewat teman lagi dan seterusnya. dengan berbagai macam bentuknya.

lalu apa pekerjaan impianku? apapun itu, ketika aku memutuskan untuk menjalani pekerjaan itu, aku akan ikhlas melalui prosesnya. kualitas kita bukan ditentukan dari apa pekerjaan kita saat ini melainkan tahapan proses seperti apa yang sudah kita taklukkan untuk mewujudkan mimpi kita ke depannya.

Tentukan tujuan dari setiap langkah yang kita pilih. rencanakan segala sesuatunya sedetail mungkin. berproseslah untuk menyelesaikan rencana-rencana itu. matangkan dulu sebelum bergegas berpindah tempat. kalau sudah saatnya pindah, ya jangan diam di tempat.

No comments:

Post a Comment